Sepatu Satpol PP

Sepatu Satpol PP

CV Kurnia Wijaya Nur adalah produsen sepatu untuk Satpol PP.

CV Kurnia Wijaya Nur juga penyediakan perlengkapan Satpol PP, dengan kualitas yang bermutu, dengan harga yang bersaing seperti Pakaian PDL Satpol PP, Helm, Tameng, Sepatu, Kopel, Topi, Jaket, Rompi dan Baret Satpol PP.

Kami telah mempunyai pengalaman lebih dari 37 tahun dibidang konveksi sepatu serta atribut pelengkapnya untuk klien instansi pemerintah, militer maupun swasta.

Sepatu PDL Tagana

Sepatu PDL Tagana

 

Satuan Polisi Pamong Praja, disingkat Satpol PP, adalah perangkat Pemerintah Daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah. Organisasi dan tata kerja Satuan Polisi Pamong Praja ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Satpol PP dapat berkedudukan di Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota.

  • Di Daerah Provinsi, Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah
  • Di Daerah Kabupaten/Kota, Satuan Polisi Pamong Praja dipimpin oleh Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah

Setiap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diwajibkan mengenakan atribut lambang Satpol PP yang diletakkan di lengan kanan atas.

Lambang dengan warna dasar biru yang berarti Negara kesatuan Negara bahari ini memiliki berbagai arti.

Lambang Satpol PP berbentuk tameng atau perisai yang berfungsi sebagai pengayom masyarakat dengan melaksanakan fungsi menciptakan ketertiban umum di kewilayahan.

Gambar yang bentuknya seperti kemudi kapal memiliki arti seorang polisi pamong praja sebagai pembantu kepala daerah wilayah dalam menentukan arah dan tujuan pengabdian kepada bangsa dan Negara. Warna putih berarti suci.

Sementara gambar yang bentuknya bunga melati berwarna kuning disebut kusuma bangsa, yang berarti seorang polisi pamong praja agar memberikan keteladanan terhadap anggota  masyarakat dalam hal menegakkan disiplin nasional. Kuning berarti keanggunan.

Gambar padi dan kapas memiliki arti yang berbeda. Padi yang berjumlah 45 butir artinya seorang polisi pamong praja dalam melaksanakan tugas kewajibannya selalu berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45. Sementara kapas berarti panca prasetya korpri yang bermakna seorang polisi pamong praja dalam berperilaku dan berbicara selalu berpedoman pada Sumpah Prasetya Korpri.

Sehelai pita bertuliskan praja wibawa memiliki makna bahwa polisi pamong praja harus dapat menjadi pengayom dan penegak bangsa. Tinta merah berarti berani.

 

Pusat Konveksi Sepatu Terlengkap di Indonesia

Order Disini